MEDIA PEMBELAJARAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(versi buku elektronik) kata media berarti perantara: penghubung; yang terletak
di antara dua pihak (orang, golongan, dsb). Kata “media” berasal dari bahasa
latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium
yang berarti perantara atau pengantar. Menurut Arief S. Sadiman (2005:6),
media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima.
Sedangkan Hamzah B dan Nina (2011:122) media adalah segala bentuk alat
komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke
peserta didik.
Media Pembelajaran dapat diartikan
sebagai suatu alat bantu yang digunakan pada proses pembelajaran. Dengan adanya
media dimaksudkan dapat mempermudah dalam menyampaikan materi ajar dari guru
kepada penerima (siswa), sehingga dapat mempertinggi efektifitas dan efisien
dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Bruner dalam buku yang dikutip
Azhar Arsyad (2011:7), ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu:
pengalaman langsung (enactive),
pengalaman pictorial/gambar (iconic),
dan pengalaman abstrack (symbolic).
Hasil belajar seseorang dimulai dari pengalaman langsung (kongkrit), kenyataan
yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan,
sampai kepada lambang-lambang verbal (abstrak).
Klasifikasi Media Pembelajaran
Jenis media yang dimanfaatkan dalam
pembelajaran cukup banyak macamnya, mulai dari media yang paling sederhana,
sampai kepada media yang
cukup rumit dan canggih. Salah satu klasifikasi media
pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2011:29), berdasarkan perkembangan teknologi
media pembelajaran dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: (1) media hasil
teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3) media hasil
gabungan teknologi cetak dan komputer.
Media pembelajaran dapat ditampilkan
berupa gambar, teks, suara bahkan berupa benda tiruan yang dirangkai sedemikian
rupa untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran. Setiap media pembelajaran
mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, oleh karena itu guru harus
dapat menentukan media mana yang sesuai dengan bahan pembelajaran dan karakteristik
siswa.
Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media pembelajaran secara umum
adalah suatu alat bantu yang digunakan oleh orang (dalam hal ini adalah guru)
untuk menyampaikan pesan kepada siswanya. Menurut Kemp yang dikutip oleh Hamzah
B dan Nina (2011:24), menjabarkan sejumlah konstribusi media dalam kegiatan
pembelajaran, antara lain:
1)
penyajian materi ajar menjadi lebih standar, 2) kegiatan pembelajaran menjadi
lebih baik, 3) kegiatan belajar menjadi lebih interaktif, 4) waktu yang
dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi, 5) kualitas belajar dapat
ditingkatkan, 6) pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai
dengan yang diinginkan, 7) meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses
belajar menjadi lebih kuat/baik, 8) member nilai positif bagi pengajar.
Manfaat media pembelajaran dalam proses
pembelajaran secara umum yaitu bahwa dengan digunakannya media pembelajaran
siswa dapat mudah menangkap pengetahuan yang disampaikan oleh guru sehingga
siswa akan merasa nyaman, guru akan semakin mudah dalam menyampaikan
pengetahuan, adanya pemanfaatan waktu yang efektif, serta terciptanya tujuan
pembelajaran.
Pemilihan Media Pembelajaran
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002:4-5),
mengungkapkan kriteria- kriteria dalam memilih dan menggunakan media
pembelajaran yaitu:
1)
ketepatannya dengan tujuan pembelajaran, 2) dukungan terhadap isi bahan
pembelajaran, 3) kemudahan memperoleh media, 4) keterampilan guru dalam
menggunakannya, 5) tersedia waktu untuk menggunakannya,
6) sesuai dengan taraf berpikir peserta didik.
Sedangkan Azhar Arsyad (2011:75),
mengemukakan beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam pemilihan media,
yaitu:
1)
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, 2) tepat untuk mendukung isi pelajaran
yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi, 3) praktis, luwes, dan
bertahan, 4) guru terampil menggunakannya, 5) pengelompokan sasaran, 6) mutu teknis.
Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Komputer sebagai media pembelajaran
dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer atau Computer-Asssisted Instruction (CAI).
Penyajian pesan dan informasi dalam CAI dapat berbentuk: (1) tutorial, (2)
permainan instruksional, (3) drill and
practice, dan 4) simulasi.
Keuntungan dengan pemanfaatan komputer sebagai media pendidikan menurut Azhar
Arsyad (2011:54-55), adalah:
1) Komputer dapat mengakomodasikan siswa yang lambang
menerima pelajaran, 2) Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan,
kegiatan laboratorium atau simulasi, 3) Kendali berada ditangan siswa sehingga
tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya,
4) Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan suatu program
pembelajaran memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan
dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau, 5) Dapat berhubungan
dengan, dan mengendalikan, peralatan lain seperti compact dics, video tape,
dan lain- lain dengan program pengendali dari komputer.
Dengan demikian pemanfaatan komputer
sebagai media pendidikan sangat dibutuhkan. Pembelajaran komputer dibuat agar
siswa dapat terangsang dalam belajar menurut tingkat kecepatan penguasaan
masing-masing karena siswa sebagai user.
Komputer mampu menampilkan gambar-gambar, video, teks yang
dapat dianimasikan, serta dapat menambah motivasi siswa
untuk belajar karena komputer dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar secara dinamis, interaktif dan perorangan. Dengan adanya komputer dalam
proses pembelajaran pekerjaan guru menjadi lebih ringan dan guru dapat memantau
tingkat perkembangan prestasi siswa.
0 komentar:
Posting Komentar