Jumat, 26 Juni 2020

ARTIKEL MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN 




Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (versi buku elektronik) kata media berarti perantara: penghubung; yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb). Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Menurut Arief S. Sadiman (2005:6), media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima. Sedangkan Hamzah B dan Nina (2011:122) media adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke peserta didik.

Media Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu alat bantu yang digunakan pada proses pembelajaran. Dengan adanya media dimaksudkan dapat mempermudah dalam menyampaikan materi ajar dari guru kepada penerima (siswa), sehingga dapat mempertinggi efektifitas dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Bruner dalam buku yang dikutip Azhar Arsyad (2011:7), ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu: pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial/gambar (iconic), dan pengalaman abstrack (symbolic). Hasil belajar seseorang dimulai dari pengalaman langsung (kongkrit), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang-lambang verbal (abstrak).

 

Klasifikasi Media Pembelajaran

Jenis media yang dimanfaatkan dalam pembelajaran cukup banyak macamnya, mulai dari media yang paling sederhana, sampai kepada media yang


 

 

cukup rumit dan canggih. Salah satu klasifikasi media pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2011:29), berdasarkan perkembangan teknologi media pembelajaran dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: (1) media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

Media pembelajaran dapat ditampilkan berupa gambar, teks, suara bahkan berupa benda tiruan yang dirangkai sedemikian rupa untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, oleh karena itu guru harus dapat menentukan media mana yang sesuai dengan bahan pembelajaran dan karakteristik siswa.

 

Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi media pembelajaran secara umum adalah suatu alat bantu yang digunakan oleh orang (dalam hal ini adalah guru) untuk menyampaikan pesan kepada siswanya. Menurut Kemp yang dikutip oleh Hamzah B dan Nina (2011:24), menjabarkan sejumlah konstribusi media dalam kegiatan pembelajaran, antara lain:

1) penyajian materi ajar menjadi lebih standar, 2) kegiatan pembelajaran menjadi lebih baik, 3) kegiatan belajar menjadi lebih interaktif, 4) waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi, 5) kualitas belajar dapat ditingkatkan, 6) pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan, 7) meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses belajar menjadi lebih kuat/baik, 8) member nilai positif bagi pengajar.

 

Manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran secara umum yaitu bahwa dengan digunakannya media pembelajaran siswa dapat mudah menangkap pengetahuan yang disampaikan oleh guru sehingga siswa akan merasa nyaman, guru akan semakin mudah dalam menyampaikan pengetahuan, adanya pemanfaatan waktu yang efektif, serta terciptanya tujuan pembelajaran.


 

 

Pemilihan Media Pembelajaran

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002:4-5), mengungkapkan kriteria- kriteria dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran yaitu:

1) ketepatannya dengan tujuan pembelajaran, 2) dukungan terhadap isi bahan pembelajaran, 3) kemudahan memperoleh media, 4) keterampilan guru dalam menggunakannya, 5) tersedia waktu untuk menggunakannya,

6) sesuai dengan taraf berpikir peserta didik.

 

Sedangkan Azhar Arsyad (2011:75), mengemukakan beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam pemilihan media, yaitu:

1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, 2) tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi, 3) praktis, luwes, dan bertahan, 4) guru terampil menggunakannya, 5) pengelompokan sasaran, 6) mutu teknis.

 

Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer atau Computer-Asssisted Instruction (CAI). Penyajian pesan dan informasi dalam CAI dapat berbentuk: (1) tutorial, (2) permainan instruksional, (3) drill and practice, dan 4) simulasi. Keuntungan dengan pemanfaatan komputer sebagai media pendidikan menurut Azhar Arsyad (2011:54-55), adalah:

1) Komputer dapat mengakomodasikan siswa yang lambang menerima pelajaran, 2) Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, kegiatan laboratorium atau simulasi, 3) Kendali berada ditangan siswa sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya, 4) Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan suatu program pembelajaran memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau, 5) Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan, peralatan lain seperti compact dics, video tape, dan lain- lain dengan program pengendali dari komputer.

 

Dengan demikian pemanfaatan komputer sebagai media pendidikan sangat dibutuhkan. Pembelajaran komputer dibuat agar siswa dapat terangsang dalam belajar menurut tingkat kecepatan penguasaan masing-masing karena siswa sebagai user. Komputer mampu menampilkan gambar-gambar, video, teks yang


 

 

dapat dianimasikan, serta dapat menambah motivasi siswa untuk belajar karena komputer dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara dinamis, interaktif dan perorangan. Dengan adanya komputer dalam proses pembelajaran pekerjaan guru menjadi lebih ringan dan guru dapat memantau tingkat perkembangan prestasi siswa.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ARTIKEL MEDIA PEMBELAJARAN

0 komentar:

Posting Komentar